Dana Darurat untuk Menghadapi Risiko Finansial Keluarga

Rock Spring Financial – Solusi Keuangan & Pembiayaan

Kehidupan rumah tangga selalu penuh dengan ketidakpastian, khususnya untuk urusan keuangan. Oleh sebab itu, dana darurat keluarga adalah komponen penting yang harus siap guna mengatasi hal-hal tidak terduga.

Sata dana darurat sudah ada, maka jaring pengaman finansial sudah terbentuk dan kebutuhan lain tidak akan terpengaruh. Untuk menyiapkannya, perlu tahu dulu risiko finansial, kalkulator, serta cara mengumpulkannya.

Risiko Finansial Keluarga

Pada dasarnya risiko finansial keluarga sangat banyak. Misal perlu perawatan medis mendadak, kehilangan pekerjaan, rusaknya alat kerja, keluarga perlu bantuan mendesak,  sampai perbaikan rumah mendadak.

Semua contoh tersebut adalah risiko yang tidak bisa terprediksi. Untuk menyelesaikannya, opsi terbaik adalah dengan menyiapkan dana darurat keluarga sejak awal agar keuangan utama tidak terganggu.

Dana darurat bisa sama dengan benteng pertahanan. Jika keluarga tidak punya ini, maka biasanya akan lari ke pinjaman atau kartu kredit. Sedangkan dua opsi ini hanya akan menambah beban, sehingga dana darurat harus menjadi opsi utama.

Kalkulator Sederhana Dana Darurat

Untuk menghitung kebutuhan dana darurat keluarga, maka harus tahu standar utamanya dulu. Idealnya, dana darurat harus mampu memenuhi 3 kali kebutuhan rutin bulanan per orang. Jadi jika masih single, maka akan baik menyiapkan 3-4 kali dari pengeluaran rutin.

Sedangkan dalam aspek keluarga yang mana ada pasangan, maka bisa 6 kali dari pengeluaran rutin bulanan. Angka ini akan bertambah jika dalam keluarga sudah ada anak, tapi acuannya tetap sama dari keseluruhan pengeluaran.

Jika ada 1 anak, maka jumlah dana darurat adalah 9 kali pengeluaran. Lalu jika sudah ada 2 anak, lebih baik jumlahnya adalah 12 kali dari pengeluaran. Jadi langsung saja hitung nominalnya sendiri dengan kebutuhan keluarga beserta kemungkinan inflasinya.

Cara Mengumpulkan Dana Darurat

Apabila sudah melakukan perhitungan dengan kalkulator dana darurat dan bingung bagaimana memulainya, maka harus tahu cara taktis di awal. Ini adalah beberapa cara paling potensial yang bisa dijalankan mulai dari sekarang:

1. Alokasikan dengan Konsisten

Pertama, pastikan untuk mengalokasikan uang untuk dana darurat secara rutin. Jika pemasukan belum mampu memenuhi semua dan belum ada tabungan, maka sisihkan dengan rutin.

Namun untuk melakukannya, harus tahu dulu berapa besaran pendapatan dan pengeluaran rutin bulanan. Jika sudah ada nominal yang jelas, maka cara menghitung dana darurat baru bisa berjalan.

Untuk proses yang lebih cepat, maka bisa memanfaatkan THR, bonus, atau pendapatan tambahan. Meningkatkan pemasukan bukan berarti gaya hidup harus berubah. Oleh sebab itu lebih baik mengalokasikan pendapatan tambahan untuk dana darurat ini,

2. Alokasikan ke Instrumen Rendah Risiko

Agar dana darurat keluarga yang sudah disisihkan tidak tergerus inflasi, maka alokasikan ke instrumen investasi. Namun pastikan penempatannya di instrumen yang rendah risiko agar tidak stres saat ada perubahan kondisi ekonomi secara mendadak.

Rekomendasi yang paling potensial adalah di reksa dana pasar uang atau deposito jangka pendek. Untuk memulainya, pelajari juga sistem yang berjalan agar alokasinya tetap tepat sasaran.

3. Pisahkan Rekening

Selanjutnya pastikan untuk memisahkan rekening untuk kebutuhan rumah tangga dengan rekening dana darurat. Kebutuhan rumah tangga seperti makan, listrik, biaya pendidikan, dan lain-lain harus ada sendiri.

Sedangkan contoh dana darurat seperti untuk renovasi, berobat, atau kebutuhan lain yang mendadak dan bukan aspek rutin harus terjaga sendiri. Proses ini akan membantu penyimpanan lebih cepat tanpa ada campuran yang bisa merugikan.

Penutup

Jadi pada dasarnya dana darurat keluarga adalah aspek penting yang harus siap sejak dini. Dana darurat adalah bentuk kasih sayang untuk melindungi keluarga dari kondisi yang tidak bisa terprediksi di masa depan.